Tampilkan postingan dengan label HSE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HSE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Macam-Macam Obat dan Tujuan Penggunaannya

Dalam penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang diinginkan. Ketikapun bagi kita yang berpraktek di apotek, maka perlu diperhatikan benar etiket obat yanbg dibuat. 

Misalnya tablet dengan kaplet itu berbeda, atau tablet yang harus dikunyah dulu (seperti obat maag golongan antasida), seharusnyalah etiket obat memuat instruksi yang singkat namun benar dan jelas. Jangan sampai pasien menjadi bingung dengan petunjuk etiket obat. Oleh karena itu penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui bentuk sediaan obat.

1. Pulvis (serbuk)

Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.

2. Pulveres
Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.

Damapak Negatif Berkerja di Laboratorium Pada Saat Keaadaan Hamil


Kesehatan seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia bekerja sehari-hari. Sayangnya tak semua pekerja menyadari bahwa kesehatan dan keselamatannya bisa terancam, karena ancaman tersebut memang sering tidak tampak nyata atau dapat dirasakan dalam waktu singkat. Ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja itu sering bersifat akumulatif, baru dirasakan setelah jangka waktu yang relatif panjang.
Beberapa jenis pekerjaan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Pekerjaan di laboratorium penelitian dan laboratorium kesehatan, misalnya. Risiko tinggi ini menuntut agar kesehatan dan keselamatan kerja laboratorium kesehatan benar-benar diperhatikan.
Tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab membuat banyak perempuan yang bekerja di laboratorium kesehatan dan tetap bekerja di sana meskipun sedang dalam keadaan hamil. Sepintas memang terlihat tak berbahaya, lebih-lebih karena bekerja di dalam ruangan (indoor) yang dinilai lebih aman daripada bekerja di luar ruangan (outdoor).

Kesehatan dan keselamatan kerja laboratorium kesehatan tetap harus menjadi perhatian ibu hamil yang bekerja di sana. Lingkungan kerja seperti ini mungkin saja berbahaya bagi kehamilan. Risiko ini bisa datang dari virus, bakteri, radiasi, atau paparan zat-zat kimia. Yang keselamatannya terancam tak hanya sang ibu yang bekerja di sana, namun juga janin yang berada dalam kandungannya.

Tips Agar Terhindar dari Resiko Kebakaran di Laboratorium


Kesehatan kerja di laboratorium harus didukung dengan ketersediaan fasilitas keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja. Perhatian pada fasilitas keselamatan, mulai dari kotak P3K, design ruang bahan kimia, fasilitas pintu keluar, alat pemadam harus optimal dan detail.
Salah satu kecelakaan yang dikhawatirkan adalah kebakaran. Karena dalam ruangan tersebut banyak menyimpan bahan kimia dan bahan lain yang mudah terbakar. Kebakaran bahan kimia akan berakibat buruk. Karena udara akan tercemar dari asap bahan kimia yang terbakar.
Berikut ini adalah beberapa kiat yang patut diperhatikan, khususnya yang berhubungan dengan resiko kebakaran yang mungkin terjadi menimpa sebuah laboratorium :.
Pertama. Ruangan laboratorium yang memiliki sistem ventilasi yang baik. Proses keluar masuk udara yang stabil. Sirkulasi udara segar yang masuk ke dalam ruangan. Keduanya harus diperhatikan dengan baik.
Kedua. Setiap bagian ruangan di laboratorium, biasanya dikategorikan sesuai dengan kebutuhan dan fasilitas yang ada. Terutama ruang penyimpanan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan mudah terbakar. Maka setiap ruangan harus dilengkapi dengan pemadam api yang tepat dan sesuai dengan bahan kimia dan peralatan di ruangan tersebut.

Sabtu, 21 Mei 2011

Peraturan Keselamatan Kerja di Laboratorium

Laboratorium kimia merupakan tempat berlangsungnya aneka macam reaksi kimia. Tempat ini sekaligus sebagai tempat meletakkan atau menyimpan berbagai macam zat kimia yang perlu diperlakukan secara hati-hati dan sesuai aturan. 

Bekerja di sebuah laboratorium kimia memerlukan peraturan dan kedisiplinan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan kerja orang yang bersangkutan. Peraturan keselamatan kerja perlu ditaati, bukan hanya dibuat dan diketahui. Sebab persoalan disini adalah hal keselamatan. Tak hanya mengancam kesehatan, bahkan nyawa pun bisa melayang jika tidak berhati-hati saat bekerja.

Zat kimia memiliki banyak sifat. Ada yang mudah terbakar, korosif, mudah bereaksi, beracun, mudah menguap, berbau menyengat dan seterusnya. Aneka sifat-sifat ini perlu mendapatkan perlakuan khusus agar tidak terjadi pertemuan dua zat dengan sifat yang saling berbahaya. Oleh sebab itu diperlukan peraturan keselamatan kerja yang baik di sebuah laboratorium kimia.

Berikut ini beberapa macam peraturan keselamatan kerja yang harus ditaati oleh seseorang yang akan bekerja di sebuah laboratorium kimia:

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Bentuk Sediaan Obat



Stabilisasi bentuk sediaan obat, pada umumnya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan obat akibat berbagai faktor, berikut ini berberapa faktornya :

* Suhu/Temperatur
Semua produk sediaan obat harus disimpan dalam suhu yang sesuai, untuk menghindari terjadinya percepatan kerusakan obat akibat panas. Secara umum, obat sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (25° C) serta sebaiknya tidak melebihi 30° C ataupun kurang dari 15° C. Kelembapan relatif ruangan sebaiknya juga dijaga antara 40-60% RH (Room Humidity).
Ada 3 jenis suhu yang disarankan untuk penyimpanan produk obat, yaitu : disimpan pada suhu ruangan (15-30° C), disimpan suhu sejuk (8-15° C) dan disimpan suhu dingin (2-8° C).

Simbol Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium


Di dalam lingkungan kerja, khususnya di lingkungan laboratorium, sangat banyak bahan yang perlu mendapatkan perhatian. Ini perlu dilakukan sebab bahan bahan ini mempunyai resiko tinggi pada saat digunakan. Simbol keselamatan kerja di laboratorium mutlak harus diinformasikan kepada semua orang yang ada di lingkungan kerja.

Informasi mengenai keselamatan kerja memang sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan kerja di lingkungan kerja. Ini sangat penting sebab keselamatan kerja menunjang produktivitas kerja. Jika para pekerja tidak mengalami kecelakaan, maka mereka dapat bekerja secara maksimal. Simbol keselamatan kerja di laboratorium sangat terkait dengan keselamatan kerja.

Ada banyak simbol keselamatan kerja di laboratorium yang dipasang di berbagai posisi di lingkungan kerja tersebut. Semua simbol tersebut memang harus diletakkan di tempat yang mudah di lihat. Hal ini karena simbol keselamatan kerja ini adalah informasi bagi semua orang.
Beberapa simbol yang sering kita jumpai di laboratorium adalah sebagai berikut: